Jangan Tunggu Klien Kabur, Renovasi Hotel Pada Saat-Saat Berikut Ini!

Selain fashion dan kuliner, ada satu lagi bisnis yang tidak pernah mati ditelan zaman. Bisnis apa itu? Yap, bisnis penginapan. Hal yang selalu diperhatikan para visitor jika bepergian untuk beberapa waktu lamanya dengan jarak yang lumayan jauh dari rumah, pasti mereka akan memikirkan soal penginapan. Ada banyak jenis penginapan, mulai dari jangka pendek sampai jangka panjang. Penginapan jangka panjang misalnya kontrakan, apartemen dan indekos. Namun untuk masa tinggal yang singkat para pengunjung lebih senang menginap di vila, motel atau hotel.

Merenovasi Hotel

Saat high season seperti libur tahun baru, libur semester atau hari raya tertentu, pebisnis hotel memiliki permintaan yang meningkat. Hal ini dikarenakan destinasi liburan yang kerap didatangi para pengunjung bahkan dari daerah yang jauh. Untuk mempersiapkan event tersebut, pastikan hotel Anda sudah dalam keadaan siap untuk menerima reservasi tamu dengan pelayanan terbaik. Baik dari segi pelayanan jasa maupun fasilitas yang disediakan hotel. Untuk itu penting melakukan pengecekan kualitas secara berkala. Apakah Anda sudah harus melakukan renovasi hotel atau masih baik-baik saja.

Jangan tunggu sampai klien Anda kabur, baru Anda mulai memikirkan perbaikan pada hotelUntuk jangka panjang, hal ini akan berakibat buruk bagi reputasi Anda. Maka dari itu kenalilah kapan waktunya Anda mulai mempertimbangkan waktunya merenovasi hotel. Berikut ini kami berikan rangkuman tentang kapan saatnya hotel harus direnovasi.

Pertimbangkan Ketahanan Struktur Bangunan

Saat pertama kali Anda membangun hotel, Anda sudah membuat deal dengan kontraktor tentang material apa yang akan digunakan. Tentunya masing-masing material memiliki usia ketahanan yang berbeda-beda. Semakin kuat, maka akan semakin awet. Namun terkadang faktor cuaca dan iklim juga turut mempengaruhi. Sehingga pastikan sejak awal berapa lama usia ketahanan struktur bangunan yang Anda pilih. Jika sudah masuk masa-masa kritis, maka segeralah untuk mempertimbangkan renovasi hotel. Hal ini ditujukan untuk menghindari kejadian merugikan yang tidak diinginkan. Baik pihak hotel maupun klien atau pengunjung. Biasanya ditandai dengan lunturnya atau memudarnya warna cat, karpet yang bulunya sudah menipis, furniture yang reot atau lahan parkir yang banyak bergompal.

Kedinamisan Zaman

Dahulu pada saat Anda pertama kali membangun hotel, mungkin gaya klasik dan mediteranian adalah yang paling banyak diminati. Namun seiring zaman berkembang ternyata interior dan konsep bangunan hotel berkembang pesat sehingga peminat klien mulai bergeser seleranya. Memang penting dalam menjaga originalitas dan kesan oriental, namun jika Anda terlalu kaku mempertahankan konsep yang sudah usang, bisa-bisa hotel Anda jadi sepi peminat. Tanpa mengurangi tema atau ide dasar yang Anda bangun pada hotel Anda, Anda bisa mengurangi dan menambahkan beberapa konsep terbaru untuk diterapkan ke dalam hotel Anda. Dengan menggandeng kontraktor yang profesional, renovasi hotel Anda tetap bisa mempertahankan konsep awal dengan menambahkan sejumlah unsur baru yang turut menarik perhatian pengunjung.

Menurunnya Persentase Pengunjung

Meski hal ini menjadi alasan paling signifikan dan melakukan perbaikan pada hotelnamun seharusnya para pebisnis hotel tidak perlu terjebak sampai di titik ini. Mereka sudah harus bersiap dengan ide-ide baru yang membuat hotel mereka menarik minat pengunjung. Misalnya dengan memberikan paket promo, mengedepankan pelayanan, kualitas jasa, desain hotel dan juga pemilihan lokasi yang strategis. Ketika hal-hal tersebut sudah tidak bisa dipertahankan oleh pengunjung untuk menginap di hotel Anda, artinya Anda harus segera melakukan inovasi baru di hotel Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *