Wajib Tahu! Tujuan dan Cara Perawatan Beton yang Tepat Dalam Teknis Konstruksi

Secara sederhana perawatan beton atau yang lebih populer disebut dengan curing memiliki tujuan untuk mendapatkan kualitas beton yang ideal setelah proses pengerjaan. Teknis curing pada dasarnya adalah menjaga kelembaban dan kandungan air pada beton supaya tidak terlalu prematur mengering. Salah satu teknis curing yang paling digunakan adalah menggunakan membrane. Selain praktis dan dapat mengcover tempat yang sulit, harga waterproofing membran juga lebih terjangkau.

Cara Perawatan Beton

Dengan melakukan perawatan yang tepat, kualitas beton yang dihasilkan akan lebih maksimal dan juga bertahan lama, karena Seringkali kadar air pada beton yang terlalu cepat mengering sebelum time standard yang seharusnya menjadikan beton lebih cepat retak atau bahkan keropos serta cepat rusak.

Tujuan Proses Perawatan atau Curing Pada Beton

Setidaknya ada beberapa tujuan utama dalam proses curing, diantaranya adalah;

  • Untuk mendapatkan struktur dan kekuatan yang maksimal pada beton.
  • Meminimalisir potensi beton untuk mengalami keretakan.
  • Menjaga kestabilan dan susunan struktur konstruksi beton.
  • Memaksimalkan potensi usia beton sehingga lebih tahan lama dan awet.
  • Menjaga suhu beton tetap berbeda dari lingkungan sekitarnya yang mungkin lebih kering atau lebih dingin.
  • Menjaga kondisi kelembaban dan kadar air pada beton hingga mencapai kondisi yang tepat.

Metode Perawatan Pada Beton

Selain memanfaatkan harga waterproofing membrane bakar yang lebih murah untuk proses curing, ada juga beberapa cara lain yang dapat digunakan sebagai alternatif. Secara ringkas berbagai metode tersebut akan kita ulas sebagai berikut.

  • Membran Curing

Metode perawatan beton yang satu ini seperti yang telah disinggung sebelumnya, yakni dengan menggunakan membrane. Dan pada umumnya metode ini diterapkan pada beton yang lokasinya sulit untuk mendapatkan pasokan air. Atau jika terdapat pasokan air, maka jumlahnya sangat terbatas.

Cara kerja dari metode ini adalah dengan meletakkan lapisan membrane pada permukaan beton yang baru dilakukan pencampuran. Jenis lapisan ini dapat memanfaatkan harga waterproofing membrane yang murah seperti plastik atau bahkan bahan kain, karena memang poin utama dari metode ini adalah menjaga kandungan pada air pada beton tetap terjaga hingga empat jam setelahnya yang telah ditetapkan sebagai final setting time.

  • Water Curing

Metode water curing

Metode water curing dapat dilakukan pada lokasi betonisasi yang cukup memiliki pasokan air. Cara kerja dari teknis ini pun dapat bermacam-macam misalnya; menyirami permukaan beton secara teratur, melapisi permukaan beton dengan air, menyelimuti permukaan beton dengan karung goni basah, atau pun dapat menaruh beton dalam air atau dalam ruangan dengan suhu yang lembab.

  • Kalsium Klorida Membrane Curing

Seperti halnya pada metode membrane curing, cara kerja satu ini juga menggunakan teknis pelapisan pada permukaan beton. Bedanya adalah pada teknis ini bahan pelapis yang digunakan adalah kalsium klorida, bukan bahan plastik atau kain basah yang biasa dipakai pada teknis membrane curing biasa.

Pemilihan kalsium klorida karena memang bahan kimia satu ini memiliki kadar garam yang cukup untuk mempertahankan kelembaban. Selain itu, kalsium klorida juga memiliki kemampuan untuk menyerap kelembaban di udara dan mengikatnya pada permukaan beton.

Secara umum tiga metode tersebut adalah yang paling umum digunakan sebagai prosedur perawatan beton di Indonesia. Sedangkan steam curing atau pemanasan beton yang mungkin juga pernah kita denganristilahnya, adalah sebuah cara yang umum dilakukan pada negara-negara dengan cuaca musim dingin yang tinggi.

Meskipun sama-sama menggunakan energi panas dalam prosesnya, namun harga waterproofing membrane bakar yang mungkin lebih murah tidak tepat digunakan sebagai pengganti dari teknis steam curing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *